Jumat, 09 Mei 2025

PENGOLAHAN BAHAN HASIL SAMPING DAGING DAN IKAN MENJADI PRODUK PANGAN DAN NONPANGAN

PENGOLAHAN BAHAN HASIL SAMPING DAGING DAN IKAN

MENJADI PRODUK PANGAN 


1.   Pengertian Bahan Pangan Hasil Samping dari Daging dan Ikan

      Bahan baku berupa daging hasil perikanan dan peternakan merupakan bahan pangan utama bagi konsumsi manusia, sedangkan  bagian  tulang, kulit, jeroan, kaki dan  sisik, adalah bagian  tubuh yang  jarang dimakan, tetapi masih dapat  dimanfaatkan  sebagai bahan  pangan hasil samping dari hasil perikanan dan peternakan yang masih memiliki kandungan gizi, sehingga dapat  dimanfaatkan oleh manusia.

        Sebagai olahan pangan siap konsumsi, hampir semua  bagian  dari bahan pangan hasil perikanan dan peternakan dapat dimanfaatkan oleh manusia, demikian juga hasil sampingnya dapat diolah menjadi makanan siap dikonsumsi seperti mie bakso dan ceker ayam, keripik ceker ayam, kerupuk kulit ikan, kerupuk kulit sapi, keripik usus ayam, gulai kepala ikan kakap, rempeyek sisik ikan dan lain lain.

1.  Jenis dan Manfaat Bahan Pangan Produk Samping dari Daging dan Ikan

a.    Ceker  Ayam

Ceker ayam adalah bagian dari tubuh ayam yaitu bagian kaki ayam. Tekstur yang unik dan rasanya yang gurih membuat ceker ayam digemari oleh banyak orang. Bagian tubuh ayam ini masih memiliki nilai gizi dan manfaat bagi tubuh. Ceker ayam mengandung protein, kolagen, zat kapur/kalsium dan kartilago. Ceker ayam memiliki sedikit daging disemua bagian hingga ruas-ruas jarinya, ceker ayam juga memiliki tulang lunak yang rasanya gurih dan lezat.

Ceker ayam yang dimasak biasanya akan mengeluarkan cairan atau gel khusus yang banyak mengandung gelatin. Ceker ayam dapat diolah menjadi produk pangan seperti, keripik ceker ayam, baso ceker ayam, sup ceker ayam, dan lain-lain.

b.    Tulang Sapi

Tulang memiliki banyak manfaat, diantaranya di dalam tulang terdapat kolagen. Kolagen merupakan protein yang bermanfaat bagi struktur organik pembentuk tulang, gigi, otot, dan kulit. Teknik yang digunakan untuk memanfaatkan tulang adalah dengan cara mengekstrasi tulang tersebut menjadi gelatin.

c.    Kulit Sapi/ Kerbau

Kulit ialah bagian paling luar daging. Kulit merupakan organ tunggal tubuh paling berat, kulit juga merupakan hasil ternak yang paling tinggi nilai ekonominya yaitu sekitar 59% dari nilai keseluruhan produk yang dihasilkan oleh seekor ternak. Kulit mempunyai banyak fungsi antara lain sebagai alat perasa, pelindung jaringan di bawahnya, memberi bentuk,    mengatur suhu tubuh, tempat sintesis vitamin D. Kulit dapat diolah menjadi  produk pangan seperti kerupuk dan masakan lainnya. Kulit sapi dan kulit kerbau di Indonesia paling banyak didatangkan dari Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.

d.   Kepala Ikan

Kepala ikan adalah bagian kepala dari tubuh ikan, di mana terdapat  insang, mata ikan, dan mulut ikan. Bagian kepala ikan dapat diolah menjadi hidangan yang lezat dan bergizi seperti: gulai kepala ikan atau sup kepala ikan.

Bagian kepala ikan masih memiliki sedikit daging serta nikmat menyantap bagian mata ikan, memiliki nilai nutrisi yang hampir sama dengan daging ikan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi serta memiliki nilai jual.

Pada kepala ikan sendiri sebenarnya masih terdapat banyak daging. Dengan pengolahan yang benar, kepala ikan bisa diolah menjadi kaldu yang lezat untuk diolah menjadi sup atau gulai. Kepala udang sendiri sering direbus untuk mendapatkan rasa manis dari udang dan menghasilkan kaldu.

e.    Tulang Ikan

Selain bisa mengurangi terjadinya osteoporosis ternyata tulang ikan juga dapat membantu menguatkan dan memperkokoh tulang tubuh manusia karena tulang ikan mengandung kalsium, fosfor, dan vitamin D yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam menjaga kokohnya tulang. Tulang ikan biasanya dikeringkan dan digiling menjadi tepung, setelah menjadi tepung ini baru bisa diversifikasi dalam bentuk olahan berupa cemilan, seperti pangsit ikan, stik ikan, kerupuk, dan lainnya.

f.    Hati Ikan

Hati ikan merupakan bahan baku dalam pengolahan minyak hati ikan. Hati ikan yang digunakan biasanya hati ikan dari jenis ikan cucut/hiu, ikan pari, atau kadang-kadang hati ikan tuna. Ikan cucut dikenal memiliki kandungan 18 vitamin A yang tinggi. Namun ternyata, hanya jenis cucut permukaan yang mengandung minyak dengan kadar vitamin A yang tinggi. Dalam proses pengolahan, hati ikan haruslah dalam keadaan segar dan tidak busuk. Hati ikan yang busuk akan menghasilkan minyak dengan kualitas yang rendah.

g.   Kulit Ikan Lele

Ikan Lele merupakan jenis ikan yang sering dikonsumsi masyarakat. Ikan Lele mengandung vitamin D yang tinggi, asam lemak omega 3 yang rendah, dan asam lemak omega 6 yang tinggi. Kulit ikan Lele sering dibuat kerupuk kulit ikan dengan syarat antara lain : ikan lele masih segar, kulit ikannya masih kuat, tidak mudah robek,  dan memiliki ketebalan minimal 0,5 mm. Kulit yang akan digunakan harus direbus terlebih dahulu ke dalam air mendidih selama 3 - 5 menit. Proses perebusan tersebut berguna untuk membuat rantai polisakarida pada kulit memendek. Setelah direbus, kulit dimasukkan ke air es agar mengalami pengerutan kembali. Perendaman tersebut bertujuan mencegah kulit menempel antara satu dan yang lain.

h.   Kepala Udang

     Kepala udang yang digunakan sebagai bahan baku dalam pengolahan  produk hasil samping sebaiknya berasal dari ikan yang segar, belum lama disimpan dan tidak terjadi kerusakan baik secara fisik, mekanis maupun biologis. Hal ini agar proses pengolahan lebih mudah terhindar dari kontaminasi dan dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang tinggi. Kepala udang ini biasanya dimanfaatkan untuk pembuatan petis dengan cara mengambil sari setelah dilakukan perebusan. Bahan pendukung dalam pembuatan petis dari sari kepala udang ini antara lain gula pasir atau gula merah, garam dan tepung beras.

3.  Metode Pengolahan

a.   Penggorengan

Menggoreng adalah cara memasak makanan dengan menggunakan minyak / lemak (margarin, shortening, mentega)  sebagai medium  penghantar panas. Lemak sama dengan minyak, hanya berbeda wujudnya karena perbedaan titik lebur. Aneka jenis ikan laut, daging ayam, keripik ceker dan lain-lain adalah beberapa jenis olahan pangan yang antara lain dimatangkan dengan teknik digoreng.

b.   Pengeringan

Pengeringan merupakan metode tertua untuk mengawetkan bahan pangan maupun non pangan.  Pada  pengeringan  bahan pangan akan  terjadi  penurunan  kadar air sampai kadar air tertentu sesuai dengan yang dikehendaki. Selama pengeringan, terjadi pada  penguapan air yang terdapat  dalam bahan pangan. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara mengeringkan bahan pangan di bawah sinar matahari maupun dengan menggunakan alat pengering. Selain manfaat di atas pengeringan  bahan pangan juga  bertujuan untuk  memperkecil  volume  tempat  penyimpanan  dibandingkan  dengan  bahan pangan yang  masih segar. Di samping itu, bahan pangan kering akan tahan lama bila disimpan dan  lebih efisien  dalam proses pengangkutan maupun distribusi.

c.   Penggilingan

Pengilingan tulang ikan  dikerjakan pada ikan yang  memiliki ukuran sedang serta besar. Ikan-ikan yang memiliki  tulang ukuran  kecil tidak selalu  digiling. Sebaiknya tulang ikan yang akan digiling dilakukan proses pengeringan  terlebih dahulu,supaya kadar airnya berkurang.

d.   Perebusan

   Perebusan adalah proses pemasakan bahan baku dengan menggunakan media air panas.Perebusan bertujuan untuk mematangkanbahan pangan, sehingga diperoleh sifat  organoleptik  (warna, rasa, aroma  dan  tekstur ) dari  bahan  yang  diinginkan. Perebusan  dilakukan dengan  mencelupkan  bahan pangan ke dalam air mendidih (1000C) dengan  waktu dan bahan.

      
Sumber : Modul Prakarya Kelas IX, MGMP Prakarya SMP Kabupaten Purworejo 2024



Tidak ada komentar:

Posting Komentar